Rasanya Menjadi Alumni Al-Zaytun ep. 3
"Ke perkhidmatan aja yuk!" Ajak kak Yanti padaku.
"Tapi hari ini orangtua saya mau datang kak. Nanti susah nyari kalo saya ga di asrama"
Aku memang sudah seminggu ini merasa tidak enak badan, tapi bingung harus bagaimana dan cerita ke siapa. Sejauh ini usaha terbaik yang bisa kulakukan hanya memperbanyak istirahat dan mandi dibawah air dingin supaya rasa panasnya berkurang. Alih-alih membaik, badanku setiap harinya terasa semakin tidak karuan.
Kak Yanti akhirnya menyadari aku demam dan segera membawaku ke perkhidmatan¹.
"Nanti kakak stand by di kamar supaya pas orang tua kamu datang kakak bisa kasih tau kamu dirawat" Begitu pesan kak Yanti ketika dokter bilang aku harus rawat inap.
Kepala yang semakin berdenyut membuatku memasrahkan keputusan pada kakak kamarku.
---
"Teh..."
Usapan lembut ibu terasa ditanganku. Perlahan aku membuka mata dan melihat keluargaku sudah mengelilingi kasur tempat aku dirawat.
"Tau darimana aku disini?"
"Kakak kelas kamu"
Kalau boleh jujur sedih rasanya, ini pertama kalinya aku harus dirawat saat sakit dan sepertinya membuat orangtuaku khawatir. Meskipun ibu menampakan muka baik-baik saja, aku tau hatinya berkecamuk melihat anak yang sebulan belakangan ini tinggal jauh dari rumah jatuh sakit.
"Gimana sekarang?"
"Mendingan tapi masih ga enak"
"Yang sabar. Nurut sama dokter. Kakak yang tadi yang bawa kamu kesini?"
"Iya. Harusnya hari ini aku muhadatsah² di depan Utsman. Pas di depan Abu Bakar³ kepalaku nyut-nyutan banget sampe jongkok saking ga kuat. Dicek kak Yanti trus langsung dibawa kesini."
"Lain kali kalo ga enak badan kasih tau wali kamar kamu jangan diem aja. Kata kakak kelas kamu tadi kamu ga bilang udah seminggu ga enak badan. Baru ketauan tadi setelah tahfidz shubuh."
"Iya."
-----
To be continue...
Menulis adalah caraku mengawetkan memoriku
Note:
- 17 Agustus 2001 bertepatan dengan hari Jumat. Saya hapal betul karena hari itu bertepatan dengan pertama kalinya saya ortu datang menjenguk setelah resmi menjadi santri. Dan pertama kalinya dalam hidup harus merasakan kamar rawat inap.
- Hari jumat adalah hari libur sekolah di Ma'had Al-Zaytun. Biasanya setelah selesai tahfidz shubuh, kami berbaris per kamar di sepanjang jalan antara masjid dan gedung pembelajaran untuk muhadatsah. Kemudian sarapan pagi dan dilanjutkan dengan jam bebas, kecuali di waktu-waktu shalat kami tetap harus berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.
- Santri biasanya melakukan aktifitas pribadi saat libur sekolah, seperti: melaundry pakaian, berolahraga, istirahat di kamar, jajan di koperasi atau kantin umum, bertemu dan menghabiskan waktu dengan keluarga.
- Keluarga santri bebas untuk datang menjenguk kapan saja selama tidak mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan kegiatan harian santri. Umumnya keluarga datang di hari Jumat supaya bisa menghabiskan waktu bersama dan tidak datang sia-sia.
- Keluarga hanya bisa menunggu santri di area umum, di asrama hanya sebatas lantai 1 asrama.
- Karena santri dilarang membawa alat komunikasi sendiri, komunikasi saat itu hanya mengandalkan wartel⁴ yang terletak di dekat kantin umum. Belakangan ada wartel tambahan di setiap kamar 118 setiap asrama.
- Cara orangtua memanggil santri untuk bertemu ditengah keterbatasan alat komunikasi adalah dengan melapor ke kamar 130 masing-masing asrama. Kemudian abi/umi yang sedang tugas jaga di kamar administrasi asrama tsb akan bantu panggilkan ke kamar santri.
- Saya lupa 17 Agustus pertama saya disana ada ceremonial kemerdekaan Indonesia atau tidak. Tapi 17 Agustus berikutnya hingga saya lulus seingat saya ada ceremonial kemerdekaan Indonesia di Al-Zaytun. CMIIW
¹Perkhidmatan kesehatan = biasa disebut perkhidmatan oleh santri adalah pusat pelayanan kesehatan di Al-Zaytun.
²Muhadatsah = percakapan sehari-hari. Adalah nama kegiatan menghapal percakapan sehari-hari dalam bahasa Arab ataupun bahasa Inggris yang biasa dilakukan setiap hari Jumat setelah selesai tahfidz subuh.
³Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Soeharto adalah nama-nama gedung pembelajaran di Al-Zaytun.
⁴ wartel = warung telepon. Tempat berkomunikasi yang cukup hits pada jamannya, setelah jaman telepon umum koin dan kartu berlalu.
Komentar
Posting Komentar