Postingan

Rasanya Menjadi Alumni Al-Zaytun ep. 3

17 Agustus 2001 "Ke perkhidmatan aja yuk!" Ajak kak Yanti padaku. "Tapi hari ini orangtua saya mau datang kak. Nanti susah nyari kalo saya ga di asrama" Aku memang sudah seminggu ini merasa tidak enak badan, tapi bingung harus bagaimana dan cerita ke siapa. Sejauh ini usaha terbaik yang bisa kulakukan hanya memperbanyak istirahat dan mandi dibawah air dingin supaya rasa panasnya berkurang. Alih-alih membaik, badanku setiap harinya terasa semakin tidak karuan. Kak Yanti akhirnya menyadari aku demam dan segera membawaku ke perkhidmatan¹. "Nanti kakak stand by di kamar supaya pas orang tua kamu datang kakak bisa kasih tau kamu dirawat" Begitu pesan kak Yanti ketika dokter bilang aku harus rawat inap. Kepala yang semakin berdenyut membuatku memasrahkan keputusan pada kakak kamarku. --- "Teh..." Usapan lembut ibu terasa ditanganku. Perlahan aku membuka mata dan melihat keluargaku sudah mengelilingi kasur tempat aku dirawat. "Tau darimana aku disi...

Rasanya Menjadi Alumni Al-Zaytun ep. 2

Aku membuka pintu kamar yang terletak di sayap kanan gedung. Mereka menyebutnya blok E2. Meja besar dan kursi lipat yang tersusun rapi menjadi pemandangan pertama yang terlihat. Sedikit menengok kearah kanan, ada dua rak sepatu tepat dibawah kusen jendela. Disebelah kiri pintu terdapat rak buku dan lemari pakaian yang juga berfungsi sebagai pembatas antara ruang belajar dengan kamar tidur. Memasuki area kamar tidur aku melihat ada 1 ranjang single percis di samping jendela belakang dan 6 ranjang bertingkat tersusun disebelahnya.  Ada pintu keluar balkon disamping jendela kamar belakang. Sepertinya balkon tersebut adalah tempat khusus menjemur pakaian. Tepat di sebelah kanan sebelum pintu keluar balkon, ada pintu menuju area kamar mandi. Didalamnya terdapat 3 bilik kamar mandi, wastafel, meja berlaci yang berisi filter air, dan kaca besar tergantung di dinding. Aku keluar area kamar mandi karena mendengar suara seseorang. "Assalamu'alaikum. Santri baru ya? Siapa namanya? "...

Rasanya Menjadi Alumni Al-Zaytun ep. 1

"Wali santri Al-Zaytun sebut anaknya berbeda ketika pulang liburan" "Doktrin Al-Zaytun kepada para santri" "Beginilah cara Al-Zaytun membai'at para santri" "Asal punya uang, santri diperbolehkan berzina di Al-Zaytun" Aku menghela nafas membaca headline berita online. Bagaimana tidak, setelah sekian lama tidak terdengar beritanya akhirnya almamaterku kembali viral. Sayangnya lagi-lagi bukan viral dengan berita positif, shalat Iedul Fitri dengan shaf berjarak dan segala dramanya. Dan seperti yang sudah bisa diprediksi, berita negatif yang susah payah dikorek para netizen pun sukses di viralkan juga. Lalu "Benarkah semua tundingan negatif tersebut?" Begitu kurang lebih pertanyaan yang terlontar baik secara gamblang maupun tersirat dari netizen kepada para Alumni Al-Zaytun. --- Bismillahirrahmanirrahim.... Sebelum menanggapi pertanyaan tersebut izinkan aku mengeluarkan semua memori ku yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Ma'had Al...